Memasuki semester genap, materi yang termuat di pelajaran ekonomi tak hanya mengenai teori. Pada semester genap, siswa mulai diajak untuk mengetahui bahwa semua hal yang terjadi di sekitar mereka tidak akan lepas dari teori ekonomi yang termuat di buku mereka. sayangnya, tidak semua siswa ngeh bahwa apa yang dipelajari mereka sekarang tidak jauh dengan apa yang diberitakan reporter cantik di layar televisinya, mungkin karena mereka mampir ke chanel berita hanya beberapa menit.
Oleh karena itu, akhir-akhir ini saya 'memaksa' mereka untuk melihat dunia di sekitarnya dan meminta mereka menghubungkan dengan teori di buku teks mereka. Seperti beberapa minggu lalu, saya meminjam setumpuk koran langganan sekolah dan membawanya ke kelas. Koran bukan hal yang asing, sebenarnya. Tapi baru saat itulah mereka menemukan bahwa kejadian-kejadian ekonomi yang hanya mereka khayalkan di kelas, juga benar-benar terjadi pada negrinya. Seperti inflasi, kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan lain sebagainya.
Koran hanya salah satu media untuk menunjukkan pada siswa
bahwa apa yang mereka pelajari itu penting. (Mengingat beberapa siswa
malas sekolah karena merasa apa yang dipelajari di sekolah itu tidak
penting) Dan selain koran, tentu sangat banyak media yang dapat
digunakan untuk melengkapi pembelajaran. Terlebih sains.salah satu rekan guru yang mengajar Biologi bahkan menyimpan roti yang sudah berjamur di laci mejanya, "untuk penelitian", katanya.
Minggu depan, saya menugaskan para siswa untuk observasi langsung pada pedagang kaki lima sebagai media (sekaligus metode) pembelajaran kewirausahaan, yaitu menghitung titik balik modal (Break even Point). It gonna be fun! Yap. Sebenarnya, tidak ada alasan untuk malas belajar atau mengajar. Because learning sources are everywhere!
Showing posts with label entrepreneurship. Show all posts
Showing posts with label entrepreneurship. Show all posts
Thursday, February 20, 2014
Wednesday, October 2, 2013
Pojok Prakarya Wirausaha
After giving a task to my students in Entrepreneurship class (I wrote about it here) I displayed all the creations in school lobby. I named it "Pojok Prakarya Wirausaha" (Entrepreneurship Creativity Corner). So, the whole school can see the students' creation AND get the information about those 31 success entrepreneurs. The principal give the positive response to my idea. And my students look so happy when they know that their creations was displayed.
Friday, September 13, 2013
Karakteristik Wirausaha dan Metode Acak Kata
Selain mengajar Ekonomi, gue juga diamanahi untuk mengajar mata pelajaran Wirausaha. Kewirausahaan adalah pelajaran wajib di SMK, tapi untuk di SMA tempat gue ngajar, mata pelajaran kewirausahaan juga dimasukkan sebagai muatan lokal.
Rencana kepala sekolah, pelajaran Kewirausahaan ini hanya akan ada di tahun pertama, jadi gue harus sekreatif mungkin meng-compile SK-KD dari mata pelajaran Kewirausahaan SMK yang notabene lamanya tiga tahun. Salah satu materi yang cukup penting untuk disampaikan adalah mengenai Karakteristik Wirausaha.
Karakteristik wirausaha dirumuskan oleh banyak ahli, namun yang paling terkenal adalah karakteristik wirausaha menurut Bygrave. Berikut Karakteristik Wirausaha menurut Bygrave yang dikenal dengan 10 D:
Rencana kepala sekolah, pelajaran Kewirausahaan ini hanya akan ada di tahun pertama, jadi gue harus sekreatif mungkin meng-compile SK-KD dari mata pelajaran Kewirausahaan SMK yang notabene lamanya tiga tahun. Salah satu materi yang cukup penting untuk disampaikan adalah mengenai Karakteristik Wirausaha.
Karakteristik wirausaha dirumuskan oleh banyak ahli, namun yang paling terkenal adalah karakteristik wirausaha menurut Bygrave. Berikut Karakteristik Wirausaha menurut Bygrave yang dikenal dengan 10 D:
- DREAM (Mimpi)
- DECISIVENESS (Tegas)
- DOING (Melakukan)
- DETERMINATION (Komitmen, Kebulatan tekad)
- DEDICATION (Dedikasi)
- DEVOTION (Mengabdi)
- DETAILS (Rinci)
- DOLLARS (Uang)
- DESTINY (Nasib)
- DISTRIBUTE (Menyebarkan/menyalurkan kewajiban)
Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan klik disini.
Menjelaskan mengenai karakteristik, sifat, faktor keberhasilan, dan lain-lain dalam pelajaran Kewirausahaan bisa sangat membosankan apabila dilakukan dengan metode ceramah biasa. Oleh karena itu, untuk mencegah keboringan, gue mencoba salah satu metode pembelajaran interaktif; Metode Acak Kata.
What you need
![]() |
| Potongan huruf. Tulis kesepuluh karakteristik dan gunting per huruf. |
![]() |
| Masukkan pada amplop dan beri nomor. Satu amplop mendapat potongan huruf dari dua karakteristik, |
Langkah Pekerjaan
- Bagi siswa kedalam lima kelompok secara acak
- Bacakan aturan main, sampaikan bahwa masing-masing kelompok akan diberi amplop berisi potongan huruf. Tugas mereka adalah menyusunnya hingga menemukan masing-masing dua karakteristik wirausaha.
- Setelah siswa paham, amplop dibagikan tanpa boleh dibuka terlebih dahulu
- Permainan dimulai dan amplop dibuka pada saat bersamaan.
- Kelompok yang mampu menemukan kata harus melakukan konfirmasi dulu pada guru, untuk mengetahui apakah kata yang mereka temukan tepat
- Apabila satu kelompok sudah menemukan dua karakteristik, maka tugas selanjutnya adalah ,mencari arti kata tersebut dan menghubungkannya dengan bidang kewirausahaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)




